Walaupun mata hanya merupakan bagian kecil dari tubuh, tetapi peran mata dalam hidup sangatlah besar. Mata adalah alat yang luar biasa dan unik, yang mampu menerima secara langsung jutaan informasi tentang dunia di sekitar kita. Dengan mata , kita mapu memahami bentuk,warna dan gerakan di sekeliling kita.
Mata sering kali dibandingkan sebagai sebuah kamera, karena di antara keduanya memang terdapat beberapa persamaan. Seperti kamera, mata menerima cahaya melalui sebuah lubang kecil. Sebuah lensa yang dapat diatur akan memfokuskan cahaya yang masuk tersebut pada sebuah lapisan sel yang peka terhadap cahaya di bagian belakang bola mata. Ini dapat dibandingkan dengan film peka cahaya yang terdapat dalam kamera.
Namun kamera tentu bukan perbandingan yang sempurna dengan mata. Mata jauh lebih rumit dan canggih dibandingkan dengan hasil perkembangan teknologi manapun. Dalam sehari, mata bergerak ribuan kali dan terfokus pada benda-benda baik yang letaknya jauh maupun yang dekat, memilih benda untuk diteliti dan menafsirkannya dari berbagai aspek yang ada.
INFO : GANGGUAN MATA HEREDITER (pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen)
Ada beberapa kondisi dan penyakit mata yang dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Semua kondisi ini berkisar rabun jauh sederhana(miopia) dan rabun dekat (hiperopia) hingga pelbagai penyakit mata yang lebih serius.
Faktor keturunan juga berperan dalam terjadinya mata juling dan mata lemah (strabismus dab ambliopia). Kelainan dalam melihat warna (buta warna) biasanya juga sudah ada sejak lahir. Semua kelainan ini umumnya diturunkan melalui ibu, biasanya kepada anak lelakinya. Beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh faktor genetik di antaranya glaukoma, katarak, retinitis pigmentasi dan retinoblastoma.
Retinoblastoma adalah tumor ganas pada mata yang menyerang anak-anak kecil dan 30-40 % kasus, penyakit ini terjadi akibat adanya komponen genetik. Penayakit lainnya yang dapat mempengaruhi penglihatan dan mempunyai faktor keturunan diantaranya diabetes dan tekanan darah tinggi.
Selengkapnya...
Mata sering kali dibandingkan sebagai sebuah kamera, karena di antara keduanya memang terdapat beberapa persamaan. Seperti kamera, mata menerima cahaya melalui sebuah lubang kecil. Sebuah lensa yang dapat diatur akan memfokuskan cahaya yang masuk tersebut pada sebuah lapisan sel yang peka terhadap cahaya di bagian belakang bola mata. Ini dapat dibandingkan dengan film peka cahaya yang terdapat dalam kamera.
Namun kamera tentu bukan perbandingan yang sempurna dengan mata. Mata jauh lebih rumit dan canggih dibandingkan dengan hasil perkembangan teknologi manapun. Dalam sehari, mata bergerak ribuan kali dan terfokus pada benda-benda baik yang letaknya jauh maupun yang dekat, memilih benda untuk diteliti dan menafsirkannya dari berbagai aspek yang ada.
INFO : GANGGUAN MATA HEREDITER (pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen)
Ada beberapa kondisi dan penyakit mata yang dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Semua kondisi ini berkisar rabun jauh sederhana(miopia) dan rabun dekat (hiperopia) hingga pelbagai penyakit mata yang lebih serius.
Faktor keturunan juga berperan dalam terjadinya mata juling dan mata lemah (strabismus dab ambliopia). Kelainan dalam melihat warna (buta warna) biasanya juga sudah ada sejak lahir. Semua kelainan ini umumnya diturunkan melalui ibu, biasanya kepada anak lelakinya. Beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh faktor genetik di antaranya glaukoma, katarak, retinitis pigmentasi dan retinoblastoma.
Retinoblastoma adalah tumor ganas pada mata yang menyerang anak-anak kecil dan 30-40 % kasus, penyakit ini terjadi akibat adanya komponen genetik. Penayakit lainnya yang dapat mempengaruhi penglihatan dan mempunyai faktor keturunan diantaranya diabetes dan tekanan darah tinggi.